Senin, 31 Desember 2012

Pengharapan ( Bodoh )



Gak tau ini senja keberapa aku seperti ini setelah kau pergi meninggalkan semua tentang aku dan tentang kita. Empat tahun lebih kita menjalin cinta jarak jauh yang banyak orang bilang itu bulshit dan itu hanya jomblo berstatus. Tapi dalam hubungan ini aku serius, ini semua kita bangun atas dasar kita saling menyanyangi, percaya , setia, dan cinta. Semakin aku berkata seperti itu semakin banyak orang bilang ini BULSHIT!!!! 


 Gak tau dari mana awalnya , tapi aku bener-bener nyaman dan bahagia saat menjalani semua denganmu. Bahkan aku  bisa memahami kamu begitupun sebaliknya. Kisah yang aku jalani ini gak mudah, gak cuma jarak jauh tapi perbedaan agama?? Belum pernah aku mendengar ada pemecahan untuk masalah ini. Aku pun gak tau gimana caranya aku menghadapi masalah ini. Mungkin disini aku yang salah, aku gak berani terus terang dihadapan orang tua ku tentang kisahku ini sejak awal. Aku pikir ini hanya masalah kecil dan aku bisa nyelesain sendiri tapi ternyata ini sangat berat. Hal yang menyangkut prinsip hidup seseorang yang telah ada sejak ia dilahirkan. 

Dia sebut saja Ariya dia udah berani terus terang dari awal ke keluarganya kalau dia sedang merajut cinta beda agama. Keluarganya gak begitu mempermasalahkan tentang perbedaan itu, mereka santai. Bahkan bisa menerima aku dengan baik. Orang tuanya bisa menerima aku dengan baik. Meskipun Mamanya sudah berpesan pada Ariya jangan menikah dengan orang yang beda keyakinan. Yah kata-kata itu yang kadang membuat aku takut sama Mamanya. Aku pikir Mama gak suka sama aku tapi aku terus mncoba untuk mendekati mama. Ariya pernah bilang sama aku walaupun mama seperti itu tapi Mama baik dan tetep mau tau tentang kamu, tentang kita. Memang Ariya sangat terbuka sama keluarga terutama sama mama makanya keluarga dia bisa menerima aku.

Papa, dia care banget sama aku. Dia welcome banget sama aku, jauh dari yang aku kira. Kalo aku boleh over PD papa setuju banget kok Ariya bisa pacaran bahkan menikah dengan aku.  Hehehe… Kakak , adik dan  teman-temannya juga menerima aku dengan hangat. Banyak canda-canda kecil yang kita buat. Itu baru sebagian kecil dari keluarga Ariya dan so far mereka bisa menerima aku. Aku kangen banget sama kalian semua. Aku berdoa dan berharap suatu saat nanti kita akan berjumpa dan bersua lagi. Di rumah kecil itu yang sangat hangat oleh canda tawa kalian. Aku merasa kalian itu adalah bagian dari keluargaku juga.
Kalau kalian semua tahu aku sama Ariya sekarang udah punya jalan masing-masing. Tapi jujur aku masih care sama Ariya dan aku harap sebaliknya. Aku gak tau alasan apa yang membuat aku sama Ariya berakhir seperti ini. Mungkin agama tapi itu klise banget ya???  Apa aku yang gak baik buat dia, aku gak pantas buat dia. Ya mungkin!! Tapi sampai saat ini aku juga gak tau apa sebab kita berpisah.

Apa sesakit ini cinta dan agama itu, kenapa cinta yang seharusnya memberikan kebahagiaan dan agama yang memberikan kedamaian malah  memberikan kesakitan di antara aku dan dia. Kurang lebih dua bulan sudah hubungan yang awalnya baik-baik ini berubah menjadi dingin dan beku. Selama itu juga hatiku kosong dan selama itu juga aku masih berharap akan kembaliannya untukku. Tapi tak sedikit orang di sekitarku bilang tak perlu aku menunggu buat apa seperti itu. Ada juga yang bilang kalo aku terlalu bego, masih aja ngebelain orang yang udah nyianyiakin aku. Tuhan apa aku terlalu bodoh kalo aku berusaha mempertahankan kebahagiaanku, mempertahankan apa yang bisa aku pikir itu terbaik buat aku. 
Hahahahahah kadang aku puas menertawakan diriku sendiri, hey aku terlalu bodoh apa yang aku pertahankan, apa yang aku cari NOTHING, OMONG KOSONG, KESAKITAN????? Kadang aku ingin menyadari apa yang aku lakuin dulu dan apa yang aku lakuin sekarang, tapi aku lebih memilih itu memikirkan hal lain.


Aku nggak benci sama kamu, mungkin aku hanya sedikit kecewa. Setelah apa yang udah aku lakuin buat kamu buat kita dan ternyata semua itu mudah berlalu. Aku gak mengharap kamu kasihan sama aku, aku gak mengharap kamu iba sama aku. Iya memang aku sedih aku nangis aku kecewa banget, aku marah, tapi itu semua takdir yang digariskan untuk aku. Ini bagian dari hidup masalaluku. Mungkin juga akan segera terkubur dengan apa yang aku jalani saat ini dan yang akan aku jalani di masa yang akan datang. 

Aku percaya ini perjalanan yang harus aku lalui sebelum aku mendapatkan kebahagiaan. Inilah yang terbaik buat aku dan Ariya. Berpisah sekarang sebelum semuanya terlanjur lebih dalam. Makasih Tuhan, engkau pernah menggariskan cerita ini dalam kehidupanku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar