Gak
tau ini senja keberapa aku seperti ini setelah kau pergi meninggalkan semua
tentang aku dan tentang kita. Empat tahun lebih kita menjalin cinta jarak jauh
yang banyak orang bilang itu bulshit dan itu hanya jomblo berstatus. Tapi dalam
hubungan ini aku serius, ini semua kita bangun atas dasar kita saling
menyanyangi, percaya , setia, dan cinta. Semakin aku berkata seperti itu
semakin banyak orang bilang ini BULSHIT!!!!
Gak tau dari mana awalnya , tapi aku
bener-bener nyaman dan bahagia saat menjalani semua denganmu. Bahkan aku bisa memahami kamu begitupun sebaliknya.
Kisah yang aku jalani ini gak mudah, gak cuma jarak jauh tapi perbedaan agama??
Belum pernah aku mendengar ada pemecahan untuk masalah ini. Aku pun gak tau
gimana caranya aku menghadapi masalah ini. Mungkin disini aku yang salah, aku
gak berani terus terang dihadapan orang tua ku tentang kisahku ini sejak awal.
Aku pikir ini hanya masalah kecil dan aku bisa nyelesain sendiri tapi ternyata
ini sangat berat. Hal yang menyangkut prinsip hidup seseorang yang telah ada
sejak ia dilahirkan.
Dia
sebut saja Ariya dia udah berani terus terang dari awal ke keluarganya kalau
dia sedang merajut cinta beda agama. Keluarganya gak begitu mempermasalahkan
tentang perbedaan itu, mereka santai. Bahkan bisa menerima aku dengan baik.
Orang tuanya bisa menerima aku dengan baik. Meskipun Mamanya sudah berpesan
pada Ariya jangan menikah dengan orang yang beda keyakinan. Yah kata-kata itu
yang kadang membuat aku takut sama Mamanya. Aku pikir Mama gak suka sama aku
tapi aku terus mncoba untuk mendekati mama. Ariya pernah bilang sama aku walaupun mama seperti itu tapi Mama baik dan tetep mau tau tentang kamu,
tentang kita. Memang Ariya sangat terbuka sama keluarga terutama sama mama
makanya keluarga dia bisa menerima aku.
Papa,
dia care banget sama aku. Dia welcome banget sama aku, jauh dari yang aku kira.
Kalo aku boleh over PD papa setuju banget kok Ariya bisa pacaran bahkan menikah
dengan aku. Hehehe… Kakak , adik dan teman-temannya juga menerima aku dengan hangat.
Banyak canda-canda kecil yang kita buat. Itu baru sebagian kecil dari keluarga Ariya
dan so far mereka bisa menerima aku. Aku kangen banget sama kalian semua. Aku
berdoa dan berharap suatu saat nanti kita akan berjumpa dan bersua lagi. Di
rumah kecil itu yang sangat hangat oleh canda tawa kalian. Aku merasa kalian
itu adalah bagian dari keluargaku juga.
Kalau
kalian semua tahu aku sama Ariya sekarang udah punya jalan masing-masing. Tapi
jujur aku masih care sama Ariya dan aku harap sebaliknya. Aku gak tau alasan apa
yang membuat aku sama Ariya berakhir seperti ini. Mungkin agama tapi itu klise
banget ya??? Apa aku yang gak baik buat
dia, aku gak pantas buat dia. Ya mungkin!! Tapi sampai saat ini aku juga gak tau
apa sebab kita berpisah.
Apa
sesakit ini cinta dan agama itu, kenapa cinta yang seharusnya memberikan
kebahagiaan dan agama yang memberikan kedamaian malah memberikan kesakitan di antara aku dan dia. Kurang
lebih dua bulan sudah hubungan yang awalnya baik-baik ini berubah menjadi
dingin dan beku. Selama itu juga hatiku kosong dan selama itu juga aku masih
berharap akan kembaliannya untukku. Tapi tak sedikit orang di sekitarku bilang
tak perlu aku menunggu buat apa seperti itu. Ada juga yang bilang kalo aku
terlalu bego, masih aja ngebelain orang yang udah nyianyiakin aku. Tuhan
apa aku terlalu bodoh kalo aku berusaha mempertahankan kebahagiaanku,
mempertahankan apa yang bisa aku pikir itu terbaik buat aku.
Hahahahahah kadang
aku puas menertawakan diriku sendiri, hey aku terlalu bodoh apa yang aku pertahankan,
apa yang aku cari NOTHING, OMONG KOSONG, KESAKITAN????? Kadang aku ingin
menyadari apa yang aku lakuin dulu dan apa yang aku lakuin sekarang, tapi aku
lebih memilih itu memikirkan hal lain.
Aku
nggak benci sama kamu, mungkin aku hanya sedikit kecewa. Setelah apa yang udah
aku lakuin buat kamu buat kita dan ternyata semua itu mudah berlalu. Aku gak
mengharap kamu kasihan sama aku, aku gak mengharap kamu iba sama aku. Iya
memang aku sedih aku nangis aku kecewa banget, aku marah, tapi itu semua takdir
yang digariskan untuk aku. Ini bagian dari hidup masalaluku. Mungkin juga akan
segera terkubur dengan apa yang aku jalani saat ini dan yang akan aku jalani di masa
yang akan datang.
Aku
percaya ini perjalanan yang harus aku lalui sebelum aku mendapatkan kebahagiaan.
Inilah yang terbaik buat aku dan Ariya. Berpisah sekarang sebelum semuanya
terlanjur lebih dalam. Makasih Tuhan, engkau pernah menggariskan cerita ini
dalam kehidupanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar